Di Jepang, filosofi Dan-Sha-Ri (断捨離) telah muncul sebagai tren gaya hidup minimalis yang melampaui sekadar merapikan rumah, berfokus pada pembersihan mental dan penolakan keterikatan materi. Istilah ini terdiri dari tiga karakter: Dan (menolak barang baru), Sha (membuang barang yang tidak perlu), dan Ri (melepaskan keterikatan pada benda-benda).
Dan-Sha-Ri mengajarkan bahwa kekacauan fisik adalah cerminan dari kekacauan mental. Dengan secara sadar memutuskan hubungan dengan barang yang tidak melayani tujuan atau tidak membawa kegembiraan, seseorang dapat membebaskan energi mental yang sebelumnya terbuang untuk mengelola dan memikirkan harta benda. Filosofi ini sangat populer di kalangan pekerja kantoran Asia yang ingin mengurangi stres.
Berbeda dengan konsep minimalis Barat yang mungkin terlihat kaku, Dan-Sha-Ri berakar pada kesadaran Zen dan meditasi. Ini adalah proses introspeksi yang mendorong individu untuk bertanya mengapa mereka melekat pada suatu objek, membantu mereka memahami kebiasaan konsumerisme dan kebutuhan emosional mereka.
Intinya, Dan-Sha-Ri adalah panduan praktis untuk hidup lebih sadar di dunia yang kelebihan informasi dan konsumsi. Filosofi ini memberikan alat yang berharga bagi masyarakat modern Asia untuk mencapai ketenangan dan kejelasan mental melalui pengurangan materi.

