Thrift shopping (belanja barang bekas) telah bertransformasi dari pasar loak tradisional menjadi fenomena e-commerce yang populer di Asia. Didorong oleh keinginan untuk mendapatkan barang unik, harga terjangkau, dan aspek keberlanjutan, platform online pakaian bekas kini menjadi tujuan belanja utama, terutama bagi Gen Z.
Platform-platform ini menyediakan antarmuka yang mudah digunakan untuk membeli dan menjual pakaian bekas (pre-loved), menciptakan ekonomi sirkular yang dinamis. Mereka mengatasi masalah utama thrift shopping tradisional, yaitu kurangnya kenyamanan dan standarisasi kualitas, dengan menyediakan fitur rating, verified seller, dan layanan pengiriman yang andal.
Aspek sustainability menjadi pendorong utama di kawasan ini. Membeli pakaian bekas adalah cara yang mudah dan efektif bagi konsumen untuk mengurangi jejak lingkungan mereka dari industri fesyen yang dikenal boros. Ini memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam gaya hidup sadar lingkungan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Keberhasilan tren ini juga didorong oleh munculnya influencer yang mempromosikan thrifted look yang stylish dan unik. Platform online pakaian bekas di Asia tidak hanya menawarkan transaksi, tetapi juga membangun komunitas di mana fashion lama dihargai dan diberi kehidupan kedua, menjadikan belanja bekas sebagai aktivitas yang cool dan etis.
