Fashion Berkelanjutan: Mengurangi Jejak Karbon Lewat Pakaian
{"aigc_info":{"aigc_label_type":0,"source_info":"dreamina"},"data":{"os":"web","product":"dreamina","exportType":"generation","pictureId":"0"},"trace_info":{"originItemId":"7544609727121018165"}}

Fashion Berkelanjutan: Mengurangi Jejak Karbon Lewat Pakaian

0 0
Read Time:46 Second

Industri fashion adalah salah satu penyumbang polusi terbesar di dunia. Sebagai respons, muncul tren fashion berkelanjutan atau sustainable fashion yang fokus pada produksi ramah lingkungan, material daur ulang, dan konsumsi pakaian yang lebih bijak.


Prinsip Fashion Berkelanjutan

  1. Material Ramah Lingkungan – Menggunakan serat organik, daur ulang, atau biodegradable.
  2. Produksi Etis – Pekerja dibayar layak dan tidak dieksploitasi.
  3. Konsumsi Bijak – Membeli pakaian secukupnya, bukan fast fashion.
  4. Daur Ulang & Upcycling – Memberi kehidupan baru pada pakaian lama.


Dampak Positif

  • Mengurangi Limbah Tekstil – Fast fashion menghasilkan jutaan ton sampah tiap tahun.
  • Menghemat Energi & Air – Produksi lebih ramah lingkungan.
  • Kesadaran Konsumen – Membuat orang lebih peduli pada planet.


Tantangan

  • Harga Lebih Mahal – Produk sustainable sering lebih tinggi biayanya.
  • Akses Terbatas – Tidak semua orang bisa membeli brand ramah lingkungan.
  • Tren Sesaat – Banyak brand memakai label “sustainable” hanya untuk marketing.


Penutup:
Fashion berkelanjutan bukan sekadar tren, tapi kebutuhan. Dengan memilih pakaian yang ramah lingkungan, kita bisa tampil stylish sekaligus menyelamatkan bumi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %